1. Konsep Dasar Ekonomi

Kebutuhan, kelangkaan, biaya peluang, dan sistem ekonomi.

Mode Latihan
Soal 1
What How For Whom

Inti dari masalah ekonomi modern dirumuskan dalam tiga pertanyaan dasar: What (Barang apa yang diproduksi), How (Bagaimana cara memproduksi), dan For Whom (Untuk siapa diproduksi). Penentuan "Untuk siapa barang diproduksi" sangat bergantung pada...

A. Tingkat teknologi yang dimiliki suatu negara.
B. Ketersediaan sumber daya alam.
C. Distribusi pendapatan dan daya beli masyarakat di pasar.
D. Jumlah pabrik yang ada di suatu daerah.
E. Kebijakan ekspor dan impor negara.

Pembahasan:

Pertanyaan For Whom (Untuk siapa barang diproduksi) memfokuskan pada subjek yang akan menikmati barang tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh mekanisme distribusi, tingkat pendapatan, status sosial, dan daya beli konsumen di masyarakat.

Soal 2

Budi baru lulus SMA. Ia mendapat tawaran bekerja di pabrik sepatu dengan gaji Rp 3.000.000/bulan, bekerja di kafe dengan gaji Rp 2.500.000/bulan, dan bekerja sebagai kurir dengan gaji Rp 2.800.000/bulan. Jika Budi akhirnya memilih untuk melanjutkan kuliah, berapakah biaya peluang (opportunity cost) Budi?

A. Rp 2.500.000
B. Rp 2.800.000
C. Rp 3.000.000
D. Rp 5.800.000
E. Rp 8.300.000

Pembahasan:

Biaya peluang adalah alternatif terbaik (nilai paling tinggi) yang harus dikorbankan karena memilih suatu pilihan. Pilihan yang dikorbankan Budi adalah 3 juta, 2.8 juta, dan 2.5 juta. Nilai alternatif tertinggi yang hilang adalah Rp 3.000.000.

Soal 3

Sistem ekonomi yang memberikan kebebasan mutlak kepada pihak swasta/individu untuk melakukan kegiatan ekonomi, di mana harga ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar (permintaan dan penawaran), disebut sistem ekonomi...

A. Tradisional
B. Komando (Terpusat)
C. Pasar (Kapitalis/Liberal)
D. Campuran
E. Sosialis

Pembahasan:

Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalis/Liberal/Bebas) menyerahkan seluruh roda ekonomi pada mekanisme pasar (*invisible hand*) dengan campur tangan pemerintah yang sangat minim. Sistem Komando/Terpusat dikendalikan oleh pemerintah.

Soal 4

Kopi dan teh sering kali dianggap sebagai barang yang dapat saling menggantikan dalam memenuhi kebutuhan minum seseorang. Jika harga kopi mengalami kenaikan yang sangat tinggi, maka yang akan terjadi pada permintaan teh adalah...

A. Permintaan teh akan menurun.
B. Permintaan teh akan meningkat.
C. Permintaan teh tidak akan berubah.
D. Penawaran teh akan menurun secara drastis.
E. Harga teh akan ikut turun.

Pembahasan:

Kopi dan teh adalah barang substitusi (saling menggantikan). Jika harga kopi naik tajam, konsumen akan beralih ke teh karena harganya relatif lebih murah, sehingga jumlah permintaan teh akan meningkat.

Soal 5
P Q D S E

Gambar di atas merupakan Kurva Keseimbangan Pasar. Hukum Penawaran (Supply) yang digambarkan oleh garis S pada kurva tersebut berbunyi...

A. Apabila harga barang naik, jumlah barang yang ditawarkan akan menurun (berbanding terbalik).
B. Apabila harga barang naik, jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat (berbanding lurus), ceteris paribus.
C. Harga dan jumlah barang yang diminta selalu berada pada titik ekuilibrium.
D. Jumlah permintaan selalu lebih tinggi dari jumlah penawaran jika harga murah.
E. Apabila pendapatan konsumen naik, penawaran barang akan menurun.

Pembahasan:

Hukum Penawaran: Jika harga (P) naik, maka kuantitas barang yang ditawarkan (Q) produsen akan bertambah (berbanding lurus), dengan asumsi faktor lain tetap (ceteris paribus). Itulah sebabnya kurva penawaran naik dari kiri bawah ke kanan atas (gradien positif).

Soal 6

Diketahui fungsi permintaan suatu barang adalah $Q_d = 100 - 2P$ dan fungsi penawarannya adalah $Q_s = -20 + 4P$. Titik keseimbangan pasar (Harga dan Kuantitas/Ekuilibrium) terjadi pada tingkat...

A. P = 15, Q = 70
B. P = 20, Q = 60
C. P = 25, Q = 50
D. P = 30, Q = 40
E. P = 40, Q = 20

Pembahasan:

Keseimbangan pasar terjadi saat $Q_d = Q_s$.
$100 - 2P = -20 + 4P$
$100 + 20 = 4P + 2P$
$120 = 6P \rightarrow P = 20$.
Substitusi $P=20$ ke dalam $Q_d$: $Q = 100 - 2(20) = 100 - 40 = 60$.
Maka Keseimbangan (E) = (Q=60, P=20).

Soal 7

Ketika harga sebuah tas Rp 100.000, jumlah barang yang diminta sebanyak 50 unit. Namun ketika harga naik menjadi Rp 120.000, jumlah permintaan turun menjadi 40 unit. Koefisien elastisitas permintaannya ($E_d$) adalah...

A. 0.5
B. 0.8
C. 1.0 (Unitary Elastic)
D. 1.5
E. 2.0

Pembahasan:

Rumus elastisitas permintaan: $E_d = \left| \frac{\Delta Q}{\Delta P} \times \frac{P_1}{Q_1} \right|$.
$\Delta Q = 40 - 50 = -10$
$\Delta P = 120.000 - 100.000 = 20.000$
$E_d = \left| \frac{-10}{20.000} \times \frac{100.000}{50} \right| = \left| - \frac{10}{20} \times \frac{100}{50} \right| = |-0.5 \times 2| = |-1| = 1$.

Soal 8

Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan dapat disebabkan oleh faktor...

A. Naiknya harga bahan baku produksi.
B. Penggunaan teknologi produksi yang lebih canggih dan efisien.
C. Naiknya upah minimum buruh (UMR).
D. Penurunan jumlah produsen di pasar.
E. Penurunan pendapatan konsumen.

Pembahasan:

Kurva penawaran bergeser ke kanan berarti kuantitas penawaran bertambah pada setiap tingkat harga. Hal ini dipicu oleh faktor positif dari sisi produsen, seperti kemajuan teknologi yang memangkas biaya produksi, bertambahnya produsen, atau turunnya biaya produksi.

Soal 9

Beras merupakan bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Walaupun harga beras naik cukup tinggi, jumlah permintaannya tidak akan turun secara drastis. Berdasarkan sifatnya, kurva permintaan beras bersifat...

A. Elastis Sempurna ($E = \infty$)
B. Elastis ($E > 1$)
C. Uniter ($E = 1$)
D. Inelastis ($E < 1$)
E. Inelastis Sempurna ($E = 0$)

Pembahasan:

Barang kebutuhan pokok sangat sulit dicari penggantinya. Akibatnya, perubahan harga yang besar hanya menyebabkan perubahan kuantitas permintaan yang kecil (persentase $\Delta Q <$ persentase $\Delta P$). Ini adalah ciri dari permintaan Inelastis ($E < 1$).

Soal 10

Seorang konsumen yang sangat haus meminum segelas air dingin dan merasakan kepuasan yang luar biasa. Gelas kedua masih terasa segar, namun pada gelas ketiga dan keempat, rasa kepuasannya terus menurun hingga akhirnya ia merasa mual (kepuasan negatif). Gejala ini mendasari berlakunya Hukum...

A. Hukum Gossen I (The Law of Diminishing Marginal Utility)
B. Hukum Gossen II
C. Hukum Permintaan
D. Hukum Engel
E. Hukum Keunggulan Komparatif

Pembahasan:

Hukum Gossen I menyatakan bahwa jika pemenuhan satu macam kebutuhan dilakukan secara terus-menerus, maka tingkat tambahan kepuasan (Marginal Utility) yang dirasakan akan semakin menurun hingga mencapai titik jenuh (nol/negatif).

Soal 11
RTK RTP Faktor Produksi (Tanah, Tenaga) Barang dan Jasa

Dalam skema Circular Flow Diagram dua sektor, peran Rumah Tangga Konsumen (RTK) yang berhubungan dengan pasar faktor produksi (input) adalah...

A. Menjual barang dan jasa kepada perusahaan.
B. Membayar pajak kepada pemerintah.
C. Menyediakan faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal) kepada RTP.
D. Menerima pembayaran berupa uang atas penjualan barang mewah.
E. Mengimpor bahan mentah dari luar negeri.

Pembahasan:

RTK adalah pemilik faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, *skill*). Mereka menyewakan/menjual faktor produksi tersebut kepada Rumah Tangga Produsen (RTP) di pasar input, lalu menerima balas jasa berupa sewa, upah, bunga, dan laba.

Soal 12

Pendekatan perilaku konsumen yang menyatakan bahwa kepuasan konsumen tidak dapat diukur dengan angka, melainkan hanya dapat dibandingkan atau diurutkan (dibuat *ranking*) melalui Kurva Indiferen disebut pendekatan...

A. Pendekatan Kardinal
B. Pendekatan Ordinal
C. Pendekatan Marginal
D. Pendekatan Gossen
E. Pendekatan Engel

Pembahasan:

Pendekatan Ordinal memandang bahwa utilitas/kepuasan bersifat subjektif dan tidak dapat dikuantifikasi (dijadikan angka mutlak), melainkan hanya bisa diperbandingkan (lebih puas, kurang puas). Alat analisisnya adalah Indifference Curve dan Budget Line. Sedangkan yang bisa diukur dengan satuan util (angka) adalah pendekatan Kardinal.

Soal 13

Dalam teori produksi, kurva yang menghubungkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi (misalnya tenaga kerja dan mesin) yang menghasilkan jumlah output/produksi yang sama disebut...

A. Isocost
B. Isoquant
C. Indifference Curve
D. Budget Line
E. Kurva Marginal Product

Pembahasan:

Isoquant (Iso = sama, Quant = kuantitas/output) menunjukkan kombinasi input yang menghasilkan output produksi yang sama. Sementara Isocost menunjukkan kombinasi input yang membutuhkan biaya (cost) yang sama besar.

Soal 14

Berikut ini yang merupakan ciri-ciri dari Pasar Persaingan Sempurna adalah...

A. Terdapat satu penjual yang menguasai pasar (Price Maker).
B. Barang yang diperjualbelikan memiliki diferensiasi (berbeda merek/corak).
C. Banyak penjual dan pembeli, barang bersifat homogen, dan penjual berstatus Price Taker.
D. Terdapat hambatan (barrier to entry) yang sangat tinggi bagi penjual baru.
E. Promosi dan iklan sangat krusial untuk menarik pembeli.

Pembahasan:

Ciri utama Pasar Persaingan Sempurna: Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak, barang identik/homogen (sehingga iklan tidak terlalu perlu), *free entry and exit*, dan penjual tidak bisa menentukan harga sendiri melainkan hanya menerima harga pasar (Price Taker).

Soal 15

PLN dan PT KAI merupakan contoh perusahaan di Indonesia yang menjalankan struktur pasar...

A. Oligopoli
B. Monopoli
C. Monopolistik
D. Monopsoni
E. Duopoli

Pembahasan:

Pasar Monopoli adalah pasar yang dikuasai oleh satu penjual/produsen saja tanpa ada barang pengganti (*substitusi*) yang dekat. Di Indonesia, monopoli legal sering dipegang oleh BUMN untuk hajat hidup orang banyak seperti PLN (Listrik) dan KAI (Kereta Api).

Soal 16
Patahan (Kink)

Kurva patah (Kinked Demand Curve) seperti gambar di atas, yang menggambarkan perilaku kelakuan harga yang kaku (rigid) akibat reaksi pesaing terhadap perubahan harga, terjadi pada jenis pasar...

A. Persaingan Sempurna
B. Monopoli
C. Monopolistik
D. Oligopoli
E. Monopsoni

Pembahasan:

Teori Kurva Permintaan Patah dikemukakan oleh Paul Sweezy untuk menjelaskan Pasar Oligopoli. Di pasar ini (dengan sedikit penjual raksasa), jika satu perusahaan menurunkan harga, pesaing akan ikut menurunkan harga (kurva bawah yang curam/inelastis). Namun jika perusahaan menaikkan harga, pesaing tidak akan ikut menaikkan (kurva atas yang landai/elastis).

Soal 17

Pasar produk sampo, sabun mandi, dan restoran cepat saji memiliki banyak produsen, namun setiap produsen membuat diferensiasi (perbedaan merk, kemasan, aroma) pada produknya masing-masing. Pasar ini disebut...

A. Oligopoli murni
B. Monopoli
C. Persaingan Monopolistik
D. Persaingan Sempurna
E. Oligopsoni

Pembahasan:

Pasar Persaingan Monopolistik menggabungkan elemen persaingan (banyak penjual) dan monopoli (diferensiasi produk). Konsumen loyal pada merek tertentu karena perbedaan spesifik, sehingga produsen memiliki sedikit daya monopoli atas mereknya (contoh: persaingan merek pasta gigi, pakaian).

Soal 18

Rumus pendekatan pengeluaran untuk menghitung Pendapatan Nasional yang benar adalah...

A. $Y = r + w + i + p$
B. $Y = C + I + G + (X - M)$
C. $Y = P_1Q_1 + P_2Q_2 + ... + P_nQ_n$
D. $Y = NNP - Pajak Tidak Langsung$
E. $Y = PI - Pajak Langsung$

Pembahasan:

Pendekatan pengeluaran menjumlahkan seluruh pengeluaran sektor ekonomi: Konsumsi RT (C), Investasi perusahaan (I), Pengeluaran Pemerintah (G), dan Ekspor neto (Ekspor X - Impor M). Opsi A adalah pendekatan penerimaan/pendapatan.

Soal 19

Peristiwa kenaikan harga barang-barang secara umum dan terus-menerus yang diakibatkan oleh melonjaknya permintaan masyarakat di atas kapasitas produksi nasional disebut...

A. Cost-push inflation
B. Deflasi
C. Demand-pull inflation
D. Hiperinflasi
E. Stagflasi

Pembahasan:

Demand-pull inflation terjadi karena tingginya permintaan agregat yang menarik harga naik. Sebaliknya, Cost-push inflation terjadi karena naiknya biaya produksi (misal naiknya harga BBM atau upah).

Soal 20

Diketahui data ekonomi makro (dalam milyar rupiah):
Produk Domestik Bruto (PDB) = Rp 10.000
Pendapatan WNA di dalam negeri = Rp 2.000
Pendapatan WNI di luar negeri = Rp 1.500
Besarnya Produk Nasional Bruto (PNB / GNP) negara tersebut adalah...

A. Rp 8.000
B. Rp 8.500
C. Rp 9.500
D. Rp 10.500
E. Rp 13.500

Pembahasan:

GNP (Gross National Product) menghitung produk berdasarkan 'Kewarganegaraan/Nasional', mengabaikan WNA.
GNP = PDB - Pendapatan WNA di DN + Pendapatan WNI di LN.
GNP = 10.000 - 2.000 + 1.500 = 9.500 milyar.

Soal 21

Karena penggunaan mesin robotik canggih di pabrik, banyak buruh pabrik yang di-PHK karena keterampilan manualnya tidak lagi dibutuhkan. Jenis pengangguran ini dikategorikan sebagai pengangguran...

A. Siklikal
B. Friksional
C. Musiman
D. Struktural (Teknologi)
E. Tersembunyi

Pembahasan:

Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan struktur ekonomi atau kemajuan teknologi (otomatisasi), sehingga keahlian pekerja lama tidak lagi relevan (tergantikan oleh mesin). Pengangguran friksional adalah orang yang sedang transit pindah kerja. Pengangguran siklikal terjadi karena resesi ekonomi.

Soal 22
BI

Saat terjadi inflasi yang tinggi (uang beredar terlalu banyak), Bank Indonesia sebagai bank sentral dapat menerapkan kebijakan Moneter Kontraktif (uang ketat). Kebijakan di bawah ini yang sesuai dengan langkah tersebut adalah...

A. Membeli Surat Berharga Negara (SBI) dari masyarakat.
B. Menurunkan suku bunga (BI Rate).
C. Menurunkan rasio cadangan kas minimum (Cash Ratio).
D. Menjual Surat Berharga Negara (SBN) ke masyarakat.
E. Memperlonggar syarat pemberian kredit (kredit longgar).

Pembahasan:

Untuk menyerap/mengurangi uang yang beredar di masyarakat demi menekan inflasi, BI akan menjual SBI/SBN (uang masyarakat masuk ke BI). Langkah kontraktif lainnya adalah menaikkan suku bunga, menaikkan cadangan kas, dan memperketat kredit.

Soal 23

Kebijakan pemerintah untuk mengatur jalannya roda ekonomi melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), seperti menaikkan atau menurunkan pajak dan subsidi, dinamakan kebijakan...

A. Kebijakan Moneter
B. Kebijakan Non-Moneter
C. Kebijakan Fiskal
D. Kebijakan Tarif
E. Kebijakan Rill

Pembahasan:

Kebijakan Fiskal dijalankan oleh Pemerintah Pusat (Kementerian Keuangan) dengan instrumen utamanya adalah Pajak dan Pengeluaran Pemerintah (APBN). Sedangkan kebijakan Moneter (Bunga, SBI, Uang Beredar) diatur oleh Bank Sentral (BI).

Soal 24

Pemerintah menetapkan batasan jumlah maksimum barang (misalnya kedelai atau daging) yang boleh diimpor masuk ke dalam negeri dalam satu tahun anggaran. Kebijakan hambatan perdagangan internasional ini disebut...

A. Tarif/Bea masuk
B. Kuota Impor
C. Subsidi Ekspor
D. Dumping
E. Embargo

Pembahasan:

Kuota Impor adalah pembatasan kuantitas fisik (jumlah maksimal) impor barang dalam periode tertentu untuk melindungi produsen dalam negeri. Tarif adalah pajak atas harga barang impor. Embargo adalah pelarangan total.

Soal 25

Teori keunggulan komparatif (Comparative Advantage) yang menyatakan bahwa suatu negara sebaiknya memfokuskan produksi pada barang yang memiliki biaya peluang (opportunity cost) lebih rendah dibandingkan negara lain dikemukakan oleh tokoh...

A. Adam Smith
B. David Ricardo
C. John Maynard Keynes
D. Karl Marx
E. Thomas Malthus

Pembahasan:

Teori Keunggulan Komparatif (fokus pada perbandingan rasio atau efisiensi biaya peluang antar dua barang di dua negara) dicetuskan oleh David Ricardo. Sedangkan Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage) dikemukakan oleh Adam Smith.