Pemahaman Bacaan
Menemukan ide pokok, simpulan, dan makna kata dalam teks.
Ide pokok dari paragraf tersebut adalah...
Pembahasan:
Kalimat (1) merupakan kalimat utama yang menyatakan adanya perdebatan (pro dan kontra) tentang AI di pendidikan. Kalimat selanjutnya menjelaskan pandangan pro (2,3) dan pandangan kontra (4,5).
Pernyataan yang **tidak sesuai** dengan isi teks di atas adalah...
Pembahasan:
Teks pada kalimat (6) justru menegaskan bahwa teknologi ini diharapkan menjadi katalisator, "bukan substitusi (pengganti) peran guru". Sehingga opsi C salah.
Makna kata **substitusi** pada kalimat (6) adalah...
Pembahasan:
Substitusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti penggantian sesuatu dengan yang lain.
Hubungan antara kalimat (4) dan kalimat (5) adalah...
Pembahasan:
Kalimat (4) memperingatkan matinya daya kritis, lalu kalimat (5) menjelaskan proses atau rincian sebab-akibatnya: *Sebab* terbiasa jawaban instan, *akibatnya* kehilangan kemampuan memecahkan masalah mandiri.
Kalimat utama paragraf di atas terletak pada nomor...
Pembahasan:
Paragraf ini adalah paragraf deduktif. Kalimat (1) memuat ide pokok (dampak serius El Nino pada ketahanan pangan). Kalimat-kalimat selanjutnya adalah penjelas berupa rincian gagal panen, kenaikan harga, dan solusi impor.
Judul yang paling tepat untuk teks di atas adalah...
Pembahasan:
Judul D mencakup keseluruhan isi bacaan: memuat masalah (Dampak El Nino pada pangan) dan solusi yang diambil (Mitigasi/Impor beras).
Kata **memitigasi** pada kalimat (4) memiliki arti...
Pembahasan:
Mitigasi berarti upaya pencegahan atau tindakan untuk mengurangi dampak/risiko buruk dari suatu bencana atau masalah.
Kesimpulan implisit yang dapat ditarik dari kalimat (5) adalah...
Pembahasan:
Karena pemerintah tetap melakukan impor demi stabilitas harga "meski diprotes petani", dapat disimpulkan bahwa prioritas saat ini adalah ketersediaan dan kestabilan harga bagi konsumen luas di atas protes petani.
Kalimat tidak padu (sumbang) dalam paragraf tersebut ditunjukkan oleh nomor...
Pembahasan:
Topik paragraf adalah integrasi transportasi publik massal. Kalimat (4) tiba-tiba membahas fitur mobil pribadi (otonom), sehingga menyimpang dari gagasan pokok.
Konjungsi antar-kalimat yang tepat untuk mengisi titik-titik pada kalimat (5) adalah...
Pembahasan:
Kalimat (3) menyatakan masalah (rute belum menjangkau permukiman). Kalimat (5) adalah solusi/tindakan (pengadaan *feeder*). Hubungan logisnya adalah simpulan akibat/sebab-akibat, sehingga digunakan "Oleh karena itu".
Frasa **"urat nadi"** pada kalimat (1) digunakan secara kiasan untuk menyatakan makna...
Pembahasan:
Urat nadi adalah pembuluh darah vital. Secara metaforis (kiasan), berarti penopang utama atau sesuatu yang sangat krusial agar sebuah sistem (kota) bisa beroperasi/hidup.
Mana di antara kalimat berikut yang merupakan bentuk **kalimat efektif**?
Pembahasan:
A salah ("bagi" menghilangkan subjek). B salah (waktu/tempat tidak bisa dipersilakan). D salah ("membahas tentang" boros, harusnya membahas rencana). E salah ("banyak gedung-gedung" adalah bentuk jamak ganda). C adalah kalimat efektif S-P-O-K yang tepat.
Kesalahan penulisan kata pada paragraf tersebut terdapat pada kalimat...
Pembahasan:
Pada kalimat (4), penulisan "Disamping" salah. Sesuai PUEBI, preposisi 'di' yang menunjukkan arah/tempat harus dipisah: "Di samping itu".
Kalimat (1) merupakan kalimat yang tidak efektif karena mengandung unsur pemborosan kata (pleonasme). Perbaikan yang tepat adalah...
Pembahasan:
Pemborosan terjadi pada penggunaan kata "sangat" berurutan dengan "sekali". Cukup gunakan salah satu: "sangat populer" ATAU "populer sekali".
Kata rujukan **"Hal itu"** pada kalimat (3) merujuk pada...
Pembahasan:
"Hal itu" merujuk pada gagasan utama kalimat sebelumnya, yakni mengapa gaya hidup sehat (seperti yoga, sepeda, katering) menjadi tren.
Agar kalimat (2) menjadi klausa yang utuh dan baku dalam paragraf, perbaikannya adalah dengan menggabungkannya ke kalimat (1) menggunakan konjungsi...
Pembahasan:
Kalimat (2) "Mulai dari mengikuti..." bukanlah kalimat utuh karena tidak ada subjek dan predikat induk. Ia adalah rincian/contoh dari tren di kalimat (1). Digabung menjadi: "...masyarakat urban, seperti mengikuti kelas yoga..."
Kata "keliru menafsirkan" pada kalimat (5) bersinonim dengan...
Pembahasan:
Keliru menafsirkan berarti salah dalam mengambil makna atau salah kaprah terhadap pengertian dasar sebuah istilah (diet disangka kelaparan).
Perbaikan ejaan huruf kapital yang tepat untuk kalimat (1) adalah...
Pembahasan:
Nama hari (Minggu), nama instansi (SMA Nusa Bangsa), dan nama bangunan geografi/sejarah (Candi Prambanan) harus diawali huruf kapital.
Kesalahan penulisan kata depan "di" terdapat pada kata...
Pembahasan:
Kata "disana" menunjukkan tempat, sehingga penulisan "di" sebagai preposisi wajib dipisah menjadi "di sana". Sedangkan "ditugaskan" dan "dipandu" adalah pasif (sudah benar disambung).
Kesalahan penggunaan huruf kapital di tengah kalimat terjadi pada kalimat nomor...
Pembahasan:
Pada kalimat (2) terdapat penulisan "Relief". Karena bukan nama geografi, hari, orang, atau instansi khusus, kata benda awam seperti relief harus ditulis dengan huruf kecil (relief).
Kata bercetak miring pada kalimat (4) seharusnya...
Pembahasan:
Istilah asing (*tour guide*) dalam teks Indonesia wajib dicetak miring. Namun penulisannya di teks adalah *Tour Guide* (kapital). Seharusnya ditulis huruf kecil miring *tour guide* karena ia sekadar nomina biasa.
Kesalahan penulisan gelar dan nama pada kalimat (1) adalah...
Pembahasan:
Sesuai PUEBI, antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya harus dipisahkan dengan tanda koma. Jadi: Dr. Andi Wijaya, M.Sc.
Penulisan singkatan "s/d" pada kalimat (2) yang benar menurut ejaan bahasa Indonesia adalah...
Pembahasan:
Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf dilambangkan dengan huruf kecil dan masing-masing diikuti tanda titik (s.d. = sampai dengan).
Tanda baca penutup yang tepat untuk melengkapi kutipan langsung pada kalimat (3) sebelum tanda petik penutup adalah...
Pembahasan:
Kutipan langsung berupa kalimat berita harus diakhiri tanda titik (.) yang diletakkan *sebelum* tanda petik penutup. Contoh: "...menghantarkan daya listrik."
Pada kalimat (4) dan (5), terdapat penulisan kata tidak baku dan salah huruf kapital. Perbaikannya yang tepat adalah...
Pembahasan:
Baku dari "ilmuan" adalah "ilmuwan". "tokyo" adalah nama kota, wajib kapital "Tokyo". "presiden Republik Indonesia" adalah nama jabatan yang diikuti institusi/negara, wajib kapital "Presiden".
RAF Academy