1. Nasionalisme & Bela Negara
Menguji pemahaman tentang rasa cinta tanah air dan upaya mempertahankan negara.
Sikap cinta tanah air yang berlebihan sehingga memandang rendah bangsa lain dan menganggap bangsanya sendiri yang paling unggul di dunia disebut dengan paham...
Pembahasan:
Chauvinisme adalah bentuk nasionalisme yang sempit atau cinta tanah air yang sangat berlebihan (fanatik), sehingga merendahkan bangsa lain. Contoh nyata penerapannya adalah pada masa Jerman Nazi (Hitler) dan Italia Fasis (Mussolini).
Bela negara tidak selalu berarti memanggul senjata di medan perang. Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, wujud nyata pelaksanaan upaya bela negara dalam kehidupan sehari-hari adalah...
Pembahasan:
Sesuai dengan profesinya, wujud bela negara bagi pelajar/mahasiswa secara non-fisik adalah dengan belajar tekun, berprestasi, dan menjauhi perbuatan melanggar hukum (tawuran, narkoba). Hal ini merupakan implementasi pengabdian sesuai profesi.
Konsep Nasionalisme dan Patriotisme seringkali dianggap sama, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar. Perbedaan paling tepat antara Nasionalisme dan Patriotisme adalah...
Pembahasan:
Nasionalisme lebih menitikberatkan pada rasa cinta, kebanggaan, dan kesetiaan terhadap bangsa. Sedangkan Patriotisme adalah bentuk tindakan/aksi nyata berupa kerelaan berkorban (harta, jiwa, raga) untuk membela negara.
Tujuan utama dipupuknya sikap nasionalisme di kalangan warga negara Indonesia yang majemuk adalah untuk...
Pembahasan:
Nasionalisme di Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa. Tujuannya bukan untuk menghapus keberagaman (Bhinneka), melainkan menjaga agar keragaman tersebut dapat hidup berdampingan secara rukun di bawah naungan kesatuan NKRI.
KPK merumuskan 9 nilai antikorupsi yang menjadi indikator integritas seseorang. Sikap kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, tidak berbohong, serta tidak memanipulasi fakta merupakan cerminan dari nilai...
Pembahasan:
Keselarasan antara ucapan dan perbuatan, lurus hati, serta tidak curang/berbohong adalah definisi inti dari nilai Jujur. Kejujuran adalah pilar paling dasar dari integritas.
Seorang ASN ditugaskan untuk melakukan pengadaan barang di instansinya. Vendor menawarkan sejumlah uang (fee) pribadi jika perusahaannya dipilih. ASN tersebut menolak tawaran itu dan tetap memilih vendor secara objektif melalui tender terbuka. Tindakan ASN tersebut mencerminkan...
Pembahasan:
Menolak suap, gratifikasi, atau fee dari pihak luar demi memenangkan tender adalah wujud nyata dari Integritas (berpegang teguh pada prinsip moral dan kode etik profesi tanpa tergoda keuntungan materi sesaat).
Sistem pelaporan pelanggaran yang memungkinkan pegawai untuk melaporkan tindak pidana korupsi atau kecurangan di instansinya secara rahasia dan aman disebut dengan sistem...
Pembahasan:
Whistleblowing System (WBS) adalah sistem yang disediakan oleh instansi/lembaga bagi siapapun (terutama internal) yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan indikasi tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan kerjanya.
Hadir tepat waktu, mematuhi jam kerja, dan menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu (*deadline*) yang telah ditetapkan merupakan penerapan nilai antikorupsi yaitu...
Pembahasan:
Tepat waktu dan taat aturan merupakan esensi dari nilai Disiplin. Orang yang disiplin tidak akan melakukan korupsi waktu maupun melanggar aturan administrasi instansi.
Sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, serta tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain merupakan pengamalan Pancasila Sila ke-...
Pembahasan:
Butir pengamalan Sila Pertama secara eksplisit mengatur tentang kerukunan antarumat beragama, toleransi beragama, dan larangan memaksakan agama/kepercayaan kepada orang lain (Bintang Emas).
Saat terjadi bencana alam gempa bumi, masyarakat dari berbagai daerah dengan sukarela mengirimkan bantuan logistik dan relawan untuk menolong korban. Perilaku menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan gemar melakukan kegiatan kemanusiaan ini adalah wujud pengamalan Sila...
Pembahasan:
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, menolong sesama, dan berani membela kebenaran serta keadilan adalah butir-butir pengalaman Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Rantai).
Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta rela berkorban untuk kepentingan negara adalah implementasi dari Pancasila Sila ke-...
Pembahasan:
Rela berkorban, cinta tanah air, bangga bertanah air Indonesia, dan menempatkan persatuan di atas kepentingan pribadi/golongan adalah butir pedoman penghayatan Sila Ketiga: Persatuan Indonesia (Pohon Beringin).
Keputusan untuk memindahkan letak ibu kota suatu provinsi sebaiknya tidak dilakukan secara sepihak oleh kepala daerah, melainkan harus dibahas bersama DPRD demi mencapai mufakat. Hal ini selaras dengan nilai Pancasila Sila ke-...
Pembahasan:
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama (tidak memaksakan kehendak) adalah inti dari Sila Keempat (Kepala Banteng).
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain, tidak boros, serta suka bekerja keras dan menghargai hasil karya orang lain adalah cerminan dari Sila...
Pembahasan:
Keadilan sosial sangat erat dengan bidang kesejahteraan, ekonomi, dan hak milik. Tidak bergaya hidup mewah, tidak memeras, dan adil terhadap sesama adalah pengamalan Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Padi dan Kapas).
Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatur hak dan kewajiban warga negara dalam hal...
Pembahasan:
Pasal 30 UUD 1945 mengatur tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. (Ayat 1: "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.").
Konstitusi Indonesia menjamin bahwa "Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya." Pernyataan ini tertuang dalam UUD 1945 Pasal...
Pembahasan:
Pasal 27 ayat (1) mengatur tentang asas Equality Before The Law, yaitu persamaan kedudukan setiap warga negara di mata hukum dan pemerintahan.
Semenjak era Reformasi, UUD 1945 telah mengalami proses amandemen untuk menyempurnakan sistem ketatanegaraan. Amandemen UUD 1945 tersebut dilakukan sebanyak...
Pembahasan:
UUD 1945 diamandemen secara bertahap oleh MPR sebanyak 4 (empat) kali, yakni pada Sidang Umum/Tahunan MPR tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002.
Pernyataan bahwa "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan" terdapat pada Pembukaan UUD 1945 alinea ke-...
Pembahasan:
Kalimat tersebut adalah pembuka (Alinea I) dari Pembukaan UUD 1945 yang berisi pernyataan objektif bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan di seluruh dunia.
Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa bentuk negara Indonesia adalah...
Pembahasan:
Bunyi Pasal 1 ayat (1) UUD 1945: "Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik."
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang menjadi semboyan negara kita diambil dari sebuah kitab kuno peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu Kitab Sutasoma. Kitab tersebut dikarang oleh...
Pembahasan:
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua) ditemukan dalam pupuh 139 Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular yang hidup pada masa Majapahit (pemerintahan Hayam Wuruk).
Salah satu ancaman dari dalam negeri yang dapat menghancurkan keutuhan NKRI adalah gerakan sekelompok orang bersenjata yang berniat memisahkan diri dari negara Indonesia untuk mendirikan negara sendiri. Gerakan ini disebut...
Pembahasan:
Separatisme adalah gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia dari satu sama lain (makar memisahkan diri dari NKRI). Contoh: GAM, OPM, RMS.
Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara disebut...
Pembahasan:
Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia yang menganggap seluruh wilayah kepulauan Nusantara beserta isi dan keberagamannya sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Penulisan kata baku yang paling tepat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terdapat pada opsi...
Pembahasan:
C benar: Kuitansi. Analisis kata tidak baku lainnya: mengantri -> mengantre, apotik -> apotek, atlit -> atlet, cidera -> cedera, jadual -> jadwal, resiko -> risiko.
Manakah di antara kalimat di bawah ini yang merupakan **kalimat efektif**?
Pembahasan:
C efektif. Analisis kesalahan lain: A (Hilangkan 'Kepada' agar memiliki subjek), B ('Banyak' dan 'rumah-rumah' bermakna jamak ganda/pleonasme), D ('Membahas' adalah kata kerja transitif, tidak perlu preposisi 'tentang'), E ('Maju' sudah pasti ke depan, boros kata).
Penggunaan tanda baca koma (,) yang tepat sesuai dengan PUEBI terdapat pada kalimat...
Pembahasan:
Tanda koma wajib dipakai sebelum kata penghubung pertentangan seperti "tetapi", "melainkan", dan "sedangkan" di dalam kalimat majemuk setara. Pilihan C paling tepat.
Penulisan huruf kapital yang **salah** terdapat pada kalimat...
Pembahasan:
Penulisan "gula Jawa" salah. Nama geografi yang digunakan sebagai jenis/varian barang atau makanan tidak ditulis dengan huruf kapital. Seharusnya ditulis "gula jawa" atau "gula aren", "jeruk bali". Sedangkan "ukiran Jepara" adalah produk seni asal Jepara (bukan jenis), sehingga J kapital diperbolehkan jika merujuk pada nama geografi asli.
RAF Academy