1. Ide Pokok & Simpulan Wacana

Kualitas
Kecepatan
Volume
0:00 / 0:00

Subtes PBM sering kali diawali dengan pertanyaan seputar gagasan utama atau ide pokok suatu teks. Ide Pokok (Gagasan Utama) adalah inti dari sebuah paragraf yang sifatnya umum dan menjiwai seluruh kalimat dalam paragraf tersebut. Ide pokok selalu terdapat di dalam kalimat utama.

Posisi kalimat utama menentukan jenis paragraf:

  • Deduktif: Kalimat utama ada di awal paragraf (menyampaikan hal umum lalu dirinci).
  • Induktif: Kalimat utama ada di akhir paragraf.
  • Campuran: Kalimat utama di awal dan ditegaskan kembali di akhir paragraf.

2. Kepaduan Wacana & Kalimat Efektif

Kualitas
Kecepatan
Volume
0:00 / 0:00

Suatu teks dikatakan baik jika memiliki Kepaduan Wacana (Kohesi dan Koherensi). Kohesi berkaitan dengan hubungan bentuk antar kata. Koherensi berkaitan dengan kepaduan makna logis antarkalimat.

Untuk menyusun wacana yang padu, dibutuhkan Kalimat Efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan gagasan secara jelas, tepat, dan mudah dipahami sesuai kaidah bahasa baku. Syarat kalimat efektif meliputi:

Syarat Kalimat Efektif

  • Kelengkapan Struktur: Minimal harus memiliki Subjek (S) dan Predikat (P) yang jelas.
  • Kehematan: Tidak menggunakan kata-kata yang bersinonim secara berurutan.
  • Kesejajaran (Paralelisme): Memiliki kesamaan bentuk kata/imbuhan dalam rincian.
  • Kelogisan: Makna kalimat dapat diterima oleh akal sehat.

3. Makna Kata & Bentuk Kata

Kualitas
Kecepatan
Volume
0:00 / 0:00

Sebuah kata dapat mengalami perubahan makna, seperti perluasan makna (generalisasi), penyempitan makna (spesialisasi), peyorasi (makna memburuk), dan ameliorasi (makna membaik).

Selain makna, Anda harus menguasai Bentuk Kata (Morfologi). Salah satu materi krusial adalah hukum peluluhan fonem (K, P, T, S).

  • Kata dasar yang berawalan huruf K, P, T, S akan meluluh jika bertemu awalan me(N)- atau pe(N)- dan diakhiri huruf vokal.
  • Contoh benar: memesona (dari kata pesona), menyapu (dari kata sapu).

4. Ejaan & Konjungsi (PUEBI)

Kualitas
Kecepatan
Volume
0:00 / 0:00

Penguasaan Ejaan mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Hal ini mencakup aturan penulisan huruf kapital, penulisan singkatan/akronim, partikel di/ke, dan penggunaan tanda baca.

Topik yang tak kalah sering keluar adalah penempatan Konjungsi (Kata Hubung) yang tepat. Konjungsi dibagi menjadi dua kategori besar:

  • Konjungsi Intrakalimat: Menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat (karena, sehingga, agar, walaupun, sedangkan).
  • Konjungsi Antarkalimat: Menghubungkan kalimat pertama dengan kalimat kedua. Wajib diikuti oleh tanda koma (Oleh karena itu, Namun, Akan tetapi).
[Image showing the difference between intra-sentence and inter-sentence conjunctions in Indonesian language]