1. Ide Pokok & Makna
Ide pokok adalah gagasan atau inti pembicaraan yang mendasari terbentuknya sebuah paragraf. Dalam soal UTBK PPU, kemampuan menentukan ide pokok dengan cepat sangat menentukan efisiensi waktu pengerjaan.
Ide pokok selalu berada di dalam Kalimat Utama. Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan menjadi:
- Deduktif: Kalimat utama berada di awal paragraf, kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas.
- Induktif: Kalimat utama berada di akhir paragraf (biasanya ditandai dengan konjungsi penyimpulan seperti oleh karena itu, dengan demikian, jadi).
- Campuran: Kalimat utama di awal dan ditegaskan kembali di akhir paragraf.
Selain mencari ide pokok, soal juga sering menanyakan makna tersirat dari suatu frasa atau kalimat rujukan (seperti "Hal tersebut merujuk pada..."). Kuncinya adalah membaca satu atau dua kalimat persis sebelum kata rujukan itu muncul.
2. Kata & Bentuk Kata
Materi ini menguji penguasaan Anda terhadap morfologi bahasa Indonesia, yaitu proses pembentukan kata. Sebuah kata dasar dapat berubah kelas kata atau maknanya apabila diberikan afiksasi (imbuhan).
Proses afiksasi meliputi awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), maupun gabungan awalan-akhiran (konfiks). Salah satu aturan terpenting yang sering diuji adalah peluluhan fonem (huruf). Huruf K, P, T, S pada awal kata dasar akan meluluh (hilang) jika mendapat awalan me(N)- atau pe(N)-, asalkan diikuti oleh huruf vokal.
• me- + konsumsi = mengonsumsi (bukan mengkonsumsi)
• me- + pesona = memesona (bukan mempesona)
• me- + taati = menaati (bukan mentaati)
• me- + sukseskan = menyukseskan (bukan mensukseskan)
Selain itu, Anda juga harus bisa mengidentifikasi penggunaan Kata Baku sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan KBBI di dalam sebuah kalimat konteks.
3. Kesesuaian Wacana
Kesesuaian wacana menguji literasi kritis peserta dalam mencocokkan informasi yang ada di pilihan ganda dengan informasi yang tertulis di dalam teks bacaan. Bentuk soal yang paling umum adalah "Pernyataan berikut yang sesuai dengan teks di atas adalah..." atau "Pernyataan yang TIDAK selaras dengan paragraf ke-2 adalah...".
Trik mengerjakan subtes ini:
- Jangan gunakan asumsi pribadi: Meskipun sebuah pernyataan secara fakta di dunia nyata adalah benar, jika pernyataan tersebut tidak dibahas di dalam teks soal, maka opsi tersebut bernilai SALAH dalam konteks soal.
- Perhatikan kata kuantitas: Pembuat soal sering mengecoh dengan mengubah kata "sebagian besar" di teks menjadi "semua" di pilihan ganda. Pilihan tersebut otomatis menjadi salah.
- Cari kata kunci (keyword): Identifikasi kata benda (noun) atau istilah unik pada opsi jawaban, lalu lakukan *scanning* cepat pada teks untuk menemukan kalimat yang mengandung kata kunci tersebut.
4. Hubungan Antar Paragraf
Dalam sebuah wacana yang utuh, setiap paragraf pasti saling berkaitan satu sama lain. Soal ini meminta Anda menganalisis apa fungsi Paragraf 2 terhadap Paragraf 1.
Hubungan antar paragraf ini sangat bergantung pada keberadaan konjungsi (kata hubung) antarkalimat di awal paragraf, atau gagasan utama yang dibawanya. Beberapa hubungan yang sering muncul antara lain:
- Penambahan/Pemerincian: Paragraf selanjutnya menambahkan detail, contoh, atau rincian dari argumen di paragraf sebelumnya. (Ditandai dengan: Selain itu, di samping itu, lebih lanjut).
- Pertentangan: Paragraf selanjutnya menyajikan kondisi yang berlawanan atau sudut pandang berbeda dari paragraf sebelumnya. (Ditandai dengan: Namun demikian, akan tetapi, sebaliknya).
- Sebab-Akibat: Paragraf 1 menjelaskan penyebab suatu fenomena, dan Paragraf 2 memaparkan dampak atau akibatnya. (Ditandai dengan: Oleh karena itu, akibatnya).
- Penegasan/Simpulan: Paragraf terakhir menyimpulkan uraian dari paragraf-paragraf di atasnya.
5. Sinonim
Sinonim adalah padanan kata atau persamaan makna kata. Berbeda dengan tes sinonim mandiri, soal Sinonim pada PPU UTBK umumnya disajikan di dalam sebuah teks/kalimat utuh (Sinonim Kontekstual).
Hal ini berarti Anda tidak boleh hanya berpegang pada makna kamus (makna leksikal), melainkan harus menyesuaikan dengan situasi kalimat tersebut (makna gramatikal/kontekstual). Sebuah kata bisa memiliki makna kiasan atau perumpamaan bergantung pada frasa yang mengikutinya.
Kalimat: "Kebijakan pemerintah tersebut mengikis ketimpangan ekonomi di masyarakat."
Secara leksikal, "mengikis" bersinonim dengan "mengasah" atau "mengerok". Namun, dalam konteks kalimat di atas, sinonim yang paling tepat untuk menggantikan kata mengikis adalah "mengurangi" atau "menghilangkan".
RAF Academy